Belajar dari Jebolnya Kanal Banjir Barat di Latuharhary

Jakarta terlalu sibuk dengan proyek-proyek besar penanggulangan banjir, sehingga banyak melupakan hal-hal kecil yang krusial. Jakarta yang saya maksud tersebut mungkin saja bisa mewakili  Pemerintah DKI Jakarta, Kementrian Pekerjaan Umum, ataupun warga Jakarta sendiri.

Pagi hari tanggal 17 Januari 2013, aktivitas saya (awalnya) berjalan normal. Sampai akhirnya Commuter Line yang saya tumpangi untuk menuju kantor berhenti sekitar 40 menit sebelum memasuki stasiun Manggarai. Kondisi diluar hujan deras, tanda-tanda keanehan mulai terlihat ketika Commuter Line masuk ke jalur 4. Stasiun Manggarai sangat penuh oleh penumpang, padat hingga sampai dipinggir peron. Saya bertanya kepada orang diluar, “ada apa Pak?”, “Kereta ga bisa lewat mas, stasiun Sudirman banjir!, motor aja ga bisa lewat, ini semua kereta balik lagi ke arah Bogor”.

Pagi itu, tanggul sisi kanan Kanal Banjir Barat jebol di jalan Latuharhary, air melimpas sehingga membanjiri area Sudirman, Tosari, Bundaran HI sampai ke Sarinah. Apakah jebolnya tanggul semata disebabkan karena force majeure?

Tanggul Latuharhary berada di sisi utara Kanal Banjir Barat bersebelahan dengan rel milik PT.KAI yang menghubungkan stasiun Manggarai dan stasiun Sudirman, diseberangnya terdapat dua waduk, Waduk Setiabudi Timur dan Waduk Setiabudi Barat, Flyover Jalan H.R. Rasuna Said melintas diatasnya.

TMaps1

Kalau dari satelite view Googgle Maps diatas, mungkin belum terlihat jelas ya penyebabnya, tapi kalau dilihat dari maps view cukup jelas kok. Berikut saya ilustrasikan penyebab jebolnya tanggul Latuharhary dari sisi teknis.

TKBB4Diseberang tanggul yang jebol terdapat anak sungai dari arah Setiabudi, yang secara tidak langsung alirannya ikut membelokkan air di kanal ke sisi tanggul di jalan Latuharhary.

Sepanjang sisi kanan-kiri Kanal Banjir Barat sebenarnya sudah diproteksi oleh sheet pile beton, namun sayangnya disekitar Latuharhary elevasi sheet pile sangat rendah sekali, lebih rendah dari muka air banjir, bagian atasnya hanya tanggul tanah biasa yang dapat tergerus air.

TKBB2

Hal ini diperparah lagi dengan adanya pilar jembatan fly over Jalan H.R. Rasuna Said yang berada di dalam aliran sungai. Idealnya pada kanal banjir seperti ini tidak boleh ada bangunan yang menghalangi aliran air, pendangkalan akibat sedimentasi pun harus dikeruk secara periodik agar volume air tidak terganggu. Inilah akibat yang ditimbulkan oleh adanya pilar pada aliran air.

TKBB3

Inilah akibatnya…

TKBB120130118_Pemasangan_Tanggul_Jebol_8488

Tanpa bermaksud menyalahkan siapapun, tanggul Kanal Banjir Barat pada awalnya (mungkin) tidak di desain untuk ada pilar fly over pada alirannya. Begitupun pada saat perencanaan fly over tersebut, seharusnya sudah diperhitungkan dampaknya terhadap perubahan aliran sungai, biasanya hal ini dibahas pada saat studi kelayakan (feasibility study) dampaknya terhadap lingkungan disekitar fly over.

Pemerintah DKI Jakarta dan Kementrian Pekerjaan Umum sibuk membahas konsep futuristik, mega proyek untuk penanggulangan banjir. Diantaranya yang sering diucapkan Pak Jokowi yaitu Deep Tunnel, Proyek sudetan sungai Ciliwung sepanjang 2.1 km yang dianggarkan sebesar 500 Milyar, belum lagi Mega Proyek Giant Sea Wall yang di klaim dapat melindungi Jakarta agar tidak tenggelam akibat Rob pada tahun 2025.

Kita sebagai warga tidak terlalu tertarik kepada konsep-konsep futuristik tersebut diatas, jika kenyataannya banyak hal sepele yang terlupakan. Seperti jebolnya tanggul di Latuharhary yang (seharusnya) dapat diantisipasi dari awal pada saat pembangunan fly over.

Kementrian Pekerjaan Umum sebagai pemilik proyek Kanal Banjir Barat diharapkan dapat menelusuri dan memperkuat titik-titik kritis lainnya disepanjang Kanal Banjir Barat, terutama didaerah sekitar Tanah Abang dan Season City. Perkuatan kanal harus segera dilaksanakan, agar jebolnya tanggul seperti ini tidak terjadi lagi dikemudian hari. Sebuah pelajaran berharga yang harus dibayar mahal.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s